Tahun 2009 sudah hampir sebulan kita lalui, para ahli ekonomi baik dari dalam maupun luar negeri tetap memprediksikan bahwa tahun 2009 merupakan tahun yang “penuh dengan keprihatinan” . Kompas edisi 29/1/09 memprediksikan akan ada lebih dari 50 juta orang kehilangan pekerjaan di seluruh dunia karena krisis global ini. Kita seolah mengalami siklus sepuluh tahunan, di mana tahun 1998, krisis ekonomi yang menghantam Indonesia telah membuat jumlah orang miskin bertambah menjadi lebih dari dua kali lipat dari sebelumnya.
Bagaimana dengan tahun 2009? Pastinya krisis yang menimpa kita saat ini tidak akan lebih baik dari krisis 2008 yang bersifat regional. Krisis ekonomi kali ini bersifat global dan membawa dampak menyeluruh ke hampir semua belahan dunia.
Tapi apakah kondisi ini lantas membuat kita menjadi “loyo”? Apalagi bagi Anda yang mulai berpikir untuk berwirausaha, Anda pasti bertanya-tanya, apakah ini saat yang tepat untuk berbisnis?. Bagaimana kalau bisnis saya malah rugi karena menurunnya purchasing power pelanggan? Semuanya berpulang kepada diri Anda sendiri untuk dapat menjawabnya. Bagaimana Anda memaknai krisis ini, apakah akan tergerus ataukah justru berdiri semakin tegar karenanya.
Untuk dapat mengetahuinya, Anda perlu jujur untuk menilai diri Anda. Tipe karakter apa yang sesungguhnya Anda miliki saat ini? Apa Anda orang yang cenderung menyerah saat menghadapi kesulitan dalam hidup, atau justru orang yang malah termotivasi dalam menghadapinya.
Setiap kesulitan yang kita hadapi menciptakan tekanan (pressure) terhadap diri kita. Dampak tekanan tersebut bisa berakibat secara fisik maupun psikis yang berbeda-beda pada setiap orang tergantung ketahanan di dalam menghadapinya. Para ahli psikologi mengklasifikasikan empat tipe karakter orang di dalam menghadapi tekanan dalam hidupnya. Pertama adalah Tipe Kayu. Sesuai dengan sifatnya, kayu apalagi yang rapuh, jika menerima tekanan akan lebih mudah patah. Orang berkarakter kayu gampang sekali “patah” pada saat menghadapi tekanan. Mereka menganggap diri nya sebagai korban dari keadaan (tidak beruntung), lebih sering mengeluh, merasa tidak berdaya, meminta bantuan serta menyalahkan sesuatu di luar dirinya. Bagi mereka tekanan dalam hidup adalah sesuatu yang harus dihindari baik dengan cara sembunyi maupun melarikan diri. Mereka adalah orang yang patut dikasihani, karena sesungguhnya meskipun dewasa secara usia, tetapi belum dewasa secara mental. Orang-orang seperti ini perlu mendapatkan latihan tentang bagaimana menghadapi kesulitan. Pola pengasuhan yang salah serta kebiasaan untuk mendapatkan segala sesuatu secara “instant” telah membuat mereka untuk menjadi pribadi-pribadi yang rapuh dan mudah patah secara mental.
Tipe Kedua adalah Tipe Besi. Orang tipe ini biasanya mampu bertahan dalam jangka waktu lebih lama saat menghadapi tekanan. Sebagaimana besi, ketika tekanan semakin besar dan kompleks, ia mulai bengkok dan tidak bisa kembali lagi ke posisi awal. Dalam kehidupan nyata, orang dengan karakter besi biasanya tahan dalam menghadapi kesulitan-kesulitan kecil di awal, namun ketika intensitas kesulitan semakin besar, mereka akan “membengkokkan diri” dan kehilangan fokus dari tujuan awalnya. Tekanan yang menghampiri telah membuat mereka “keluar dari jalur” yang semestinya. Mereka menjadi berkompromi terhadap tekanan dan mau menerima apapun yang disodorkan kepada dirinya. Orang dengan karakter besi sesungguhnya memiliki fondasi untuk meraih kesuksesan. Hanya saja dibutuhkan seorang pembimbing yang akan menempanya kembali menjadi “lurus” yakni setia pada tujuan awal yang dicita-citakan.
Tipe ketiga adalah Tipe Sponge (busa). Coba perhatikan busa, tak perduli seberapa kuat Anda menekannya, dia akan kembali kepada bentuk awalnya. Dia fleksibel mengikuti tekanan, tapi tekanan tidak bisa merubah bentuk awalnya. Orang yang berkarakter Sponge adalah orang yang fleksibel, yang mampu menahan tekanan, seberat apapun, dan tetap setia dan berkomitmen kuat memperjuangkan cita-citanya. Segala halangan dan rintangan tidak akan membuat dirinya “patah dan bengkok”. Dia akan selalu dapat melupakan kegagalan dan mau memulai lagi dari awal serta berfokus kembali pada targetnya.
Tipe yang terakhir adalah Tipe Bola Ping Pong. Ambillah bola ping pong dan pukulkan ke tembok, apa yang akan terjadi? Semakin keras Anda memukulnya, semakin keras pula daya pantulnya. Ini adalah tipe die-hard, orang yang justru akan “meledak” saat menghadapi kesulitan. Semakin keras tantangan yang mereka hadapi semakin berkomitmen mereka untuk bekerja lebih keras, mengeluarkan ide-ide kreatifnya serta bekerja lebih baik lagi agar bisa mengatasi tantangan yang dihadapi. Dan jika kesulitan berhasil ditaklukan, mereka terkadang sering menciptakan tantangan lagi untuk bisa dipecahkan. Kalau kita membaca kisah orang-orang sukses, kita menemukan sebuah pola yang sama, bahwa mereka justru menjadi besar dengan memanfaatkan kesulitan hidup dan tekanan yang datang. Banyak karya-karya besar di dunia ini justru lahir di balik jeruji penjara, kesuksesan usaha lahir dari kebangkrutan, kesuksesan hidup lahir dari kenestapaan, dan prestasi lahir dari ketidaksempuranaan diri. Anda akan mendapatkannya di dalam biografi Konosuke Matsushita, Thomas Alva Edison, dan Kolonel Sanders serta orang-orang sukses lainnya. Mereka adalah orang yang “memantul” sama kerasnya, bahkan lebih keras, daripada tekanan yang mereka terima.
Jadi ketika krisis ekonomi menerpa kita, pilihannya ada ditangan Anda. Apakah Anda akan “patah, bengkok”, mampu bermanuver secara fleksibel atau malah “memantul” secara kreatif. Tapi yakinlah satu hal, kalau Anda melakukan pekerjaan rumah dengan baik di “malam hari”, maka Anda akan lebih baik ketika siang harinya. Krisis bukanlah sesuatu yang patut disesali dan ditangisi, ibarat hari, ada siang dan malam, maka akan ada pertumbuhan dan ada penurunan/krisis. Yang terpenting adalah apa yang kita lakukan di masa krisis akan memberikan dampak ketika ekonomi bertumbuh kembali. Ibarat petani, saat krisis adalah saat menabur benih, saat berinvestasi, dan kita akan menunggu hasilnya ketika musim panen tiba. Jadi kreatif-lah mencari peluang bisnis justru disaat krisis menghadang.
Kamis, Januari 29, 2009
Rabu, Januari 14, 2009
Seberapa Beruntungnya Anda?

“Oh, kebetulan saja ia beruntung”. Pernah mendengar seseorang mengatakannya?. Orang senantiasa berusaha mencari-cari alasan untuk menutupi kekurangan mereka dengan meremehkan kesuksesan orang lain.
Saya yakin ada sejumlah keberuntungan yang mempengaruhi kesuksesan orang-orang yang berhasil meraih prestasi tinggi, tapi keberuntungan yang menghinggapi mereka bukanlah sesuatu yang pasti. Mereka yang berprestasi tidak membiarkan keberuntungan datang menghampiri akan tetapi mempersiapkan diri sebaik-baiknya dan mencari peluang keberuntungan untuk ditemukan.
Kerapkali yang menjadi masalah terbesar dalam kesuksesan adalah bagaimana seseorang memandang kesuksesan tersebut. Mereka tidak tahu bagaimana kerasnya usaha yang dilakukan oleh mereka yang sukses untuk berusaha mencapai kondisi puncak tersebut. Yang mereka lihat hanyalah hasil akhirnya. Saat Anda melihat photo seorang teman di puncak gunung menikmati matahari terbit, Anda merasakan kayaknya menyenangkan bisa berphoto dengan latabelakang pemandangan lembah dan tiupan angin yang maha kencang. Anda dan saya tahu, hal-hal apa yang dilakukan oleh para pendaki gunung untuk bisa mencapai puncak gunung: mempersiapkan fisik dan perbekalan, berjalan ditengah kegelapan malam sambil menghalau rasa dingin di saat sebagian besar orang menikmati kehangatan selimut, menampaki jalan menanjak yang melelahkan yang membuat frustasi, menahan godaan untuk berhenti dan kembali ke base-camp, serta berpacu dengan waktu mengejar sun-rise di puncak gunung dengan sisa-sisa tenaga. Tidak sedikit yang tidak berhasil mencapai puncak gunung dan harus memulai lagi dari awal proses pendakian yang melelahkan, baik secara fisik maupun mental.
Bagi mereka yang belum mengalami pengalaman mendaki gunungnya, bisa dengan mudah mengatakan “dia pasti beruntung bisa mendakinya dan turun dengan selamat”. Beruntung karena cuacanya mendukung, beruntung karena punya perlengkapan, dan beruntung karena bisa mendapatkan pemandu yang berpengalaman. Begitu juga dengan pandangan terhadap mereka yang sukses. Tidak sedikit orang yang mengatakan bahwa seseorang terlahir dengan penuh keberuntungan sehingga bisa sukses. Beruntung karena orang tuanya mengajari bisnis, beruntung karena anak orang kaya, beruntung karena mendapat beasiswa dan sekolah di luar negeri, beruntung jadi orang ganteng/cantik, dan beruntung punya relasi banyak. Mereka memandang bahwa kesuksesan datang “hanya” dari keberuntungan. Mereka gagal untuk melihat “hal-hal yang tidak dilakukan” oleh dirinya tapi dilakukan oleh orang-orang sukses.
Kalau Anda ingin mengetahui apa perbedaannya, lihatlah apa yang dilakukan orang-orang sukses ketika orang kebanyakan beristirahat dan bersenang-senang. Seperti seorang pendaki gunung, saat orang lain terlelap tidur, mereka bangun untuk mempersiapkan perbekalan, berjalan melawan rasa dingin yang menusuk tulang, menunda kenikmatan tidur guna mendapatkan kenikmatan berdiri di puncak gunung, melawan rasa frustasi karena merasakan perjalanan menanjak yang seolah tanpa ujung. Tanyalah pada mereka yang sukses, setiap orang sukses pasti memiliki rahasia sendiri yang menyebabkan dirinya bisa berhasil. Rahasia yang dia lakukan manakala yang lain terlelap tidur atau menghabiskan waktu dengan bersenang-senang. Kuncinya adalah memiliki kemauan yang kuat untuk menunda kenikmatan sesaat agar bisa mendapatkan kenikmatan yang lebih besar. Menunda kenikmatan libur hari sabtu dan minggu selama 1,5 tahun untuk bisa menyelesai program master, menunda menghabiskan gaji agar bisa menabung untuk bisa berangkat ke tanah suci, dan menunda kenikmatan tidur dengan bekerja lebih keras lagi. Mereka yang sukses berani untuk mengorbankan kenikmatan yang lebih kecil guna meraih kenikmatan yang lebih besar.
Jadi kalau Anda mendengar seseorang mengatakan kesuksesan seseorang hanya karena keberuntungan, tidak seorangpun dapat mengubah pola pikirnya. Mereka adalah kelompok orang yang memang tidak berhasrat untuk belajar dari orang lain agar bisa sukses. Mereka menutup segala kemungkinan untuk bisa berhasil melalui satu: “dia beruntung, dan saya tidak!”. Saran saya, jangan jadi bagian dari kelompok tersebut.
Saya yakin ada sejumlah keberuntungan yang mempengaruhi kesuksesan orang-orang yang berhasil meraih prestasi tinggi, tapi keberuntungan yang menghinggapi mereka bukanlah sesuatu yang pasti. Mereka yang berprestasi tidak membiarkan keberuntungan datang menghampiri akan tetapi mempersiapkan diri sebaik-baiknya dan mencari peluang keberuntungan untuk ditemukan.
Kerapkali yang menjadi masalah terbesar dalam kesuksesan adalah bagaimana seseorang memandang kesuksesan tersebut. Mereka tidak tahu bagaimana kerasnya usaha yang dilakukan oleh mereka yang sukses untuk berusaha mencapai kondisi puncak tersebut. Yang mereka lihat hanyalah hasil akhirnya. Saat Anda melihat photo seorang teman di puncak gunung menikmati matahari terbit, Anda merasakan kayaknya menyenangkan bisa berphoto dengan latabelakang pemandangan lembah dan tiupan angin yang maha kencang. Anda dan saya tahu, hal-hal apa yang dilakukan oleh para pendaki gunung untuk bisa mencapai puncak gunung: mempersiapkan fisik dan perbekalan, berjalan ditengah kegelapan malam sambil menghalau rasa dingin di saat sebagian besar orang menikmati kehangatan selimut, menampaki jalan menanjak yang melelahkan yang membuat frustasi, menahan godaan untuk berhenti dan kembali ke base-camp, serta berpacu dengan waktu mengejar sun-rise di puncak gunung dengan sisa-sisa tenaga. Tidak sedikit yang tidak berhasil mencapai puncak gunung dan harus memulai lagi dari awal proses pendakian yang melelahkan, baik secara fisik maupun mental.
Bagi mereka yang belum mengalami pengalaman mendaki gunungnya, bisa dengan mudah mengatakan “dia pasti beruntung bisa mendakinya dan turun dengan selamat”. Beruntung karena cuacanya mendukung, beruntung karena punya perlengkapan, dan beruntung karena bisa mendapatkan pemandu yang berpengalaman. Begitu juga dengan pandangan terhadap mereka yang sukses. Tidak sedikit orang yang mengatakan bahwa seseorang terlahir dengan penuh keberuntungan sehingga bisa sukses. Beruntung karena orang tuanya mengajari bisnis, beruntung karena anak orang kaya, beruntung karena mendapat beasiswa dan sekolah di luar negeri, beruntung jadi orang ganteng/cantik, dan beruntung punya relasi banyak. Mereka memandang bahwa kesuksesan datang “hanya” dari keberuntungan. Mereka gagal untuk melihat “hal-hal yang tidak dilakukan” oleh dirinya tapi dilakukan oleh orang-orang sukses.
Kalau Anda ingin mengetahui apa perbedaannya, lihatlah apa yang dilakukan orang-orang sukses ketika orang kebanyakan beristirahat dan bersenang-senang. Seperti seorang pendaki gunung, saat orang lain terlelap tidur, mereka bangun untuk mempersiapkan perbekalan, berjalan melawan rasa dingin yang menusuk tulang, menunda kenikmatan tidur guna mendapatkan kenikmatan berdiri di puncak gunung, melawan rasa frustasi karena merasakan perjalanan menanjak yang seolah tanpa ujung. Tanyalah pada mereka yang sukses, setiap orang sukses pasti memiliki rahasia sendiri yang menyebabkan dirinya bisa berhasil. Rahasia yang dia lakukan manakala yang lain terlelap tidur atau menghabiskan waktu dengan bersenang-senang. Kuncinya adalah memiliki kemauan yang kuat untuk menunda kenikmatan sesaat agar bisa mendapatkan kenikmatan yang lebih besar. Menunda kenikmatan libur hari sabtu dan minggu selama 1,5 tahun untuk bisa menyelesai program master, menunda menghabiskan gaji agar bisa menabung untuk bisa berangkat ke tanah suci, dan menunda kenikmatan tidur dengan bekerja lebih keras lagi. Mereka yang sukses berani untuk mengorbankan kenikmatan yang lebih kecil guna meraih kenikmatan yang lebih besar.
Jadi kalau Anda mendengar seseorang mengatakan kesuksesan seseorang hanya karena keberuntungan, tidak seorangpun dapat mengubah pola pikirnya. Mereka adalah kelompok orang yang memang tidak berhasrat untuk belajar dari orang lain agar bisa sukses. Mereka menutup segala kemungkinan untuk bisa berhasil melalui satu: “dia beruntung, dan saya tidak!”. Saran saya, jangan jadi bagian dari kelompok tersebut.
Selasa, Januari 13, 2009
The Power of Mind

Pikiran kita berperan besar dalam tindakan kita sehari-hari. Jauh lebih besar daripada yang orang bayangkan. Untuk sukses berwirausaha atau dalam bidang apapun (kuliah atau kerja), hal pertama yang harus Anda miliki adalah keyakinan diri yang kuat dan pikiran yang fokus bahwa Anda bisa berhasil dan sukses.
Ada banyak orang yang tidak akan pernah merasakan nikmatnya kesuksesan karena mereka telah memutuskan bahwa kesuksesan terlalu berat bagi mereka dan bahwa kesuksesan hanya diperuntukan bagi segelintir orang yang beruntung. Pikiran yang membatasi telah mensabotase potensi diri mereka sehingga mereka mau menerima apapun yang mereka terima dalam hidupnya.
Pikirkan baik-baik: Hal apa saja yang menurut Anda tidak dapat diraih dalam kehidupan ini? Saya yakin tindakan Anda pasti akan menjauh darinya karena pikiran “tidak mampu” mensabotase potensi diri Anda sehingga tindakan Anda untuk mewujudkannyapun jadi minimal.
Tidak jarang saya mendengar komentar dari seseorang yang saya temui, “Mudah bagi Anda untuk berhasil karena Anda lulusan luar negeri” atau “Saya tidak mungkin sesukses Anda”. Anda tahu, ia benar. Ia tidak akan bisa sesukses saya. Bukan karena saya lebih baik atau lebih pintar dari dia, tetapi karena ia telah membatasi pikiranyya. Pikirannya akan mengendalikan segala tindakannya, yang pada gilirannya akan mengendalikan hasil akhirnya. Pola pikirnya telah menentukan hasil akhirnya.
Jangan terjebak dalam pikiran mengapa Anda tidak mampu berprestasi. Berpikirlah bahwa kalau orang lain bisa maka Anda pun bisa jika melakukannya dengan strategi yang sama. Yakinkan diri Anda kalau orang lain bisa, Anda juga pasti bisa. Kalau belum yakin juga, temui orang yang percaya dengan potensi diri Anda dan belajarlah darinya. Kalau menemui hambatan, terobos-lah sebagaimana seorang Karateka memecahkan balok es/kayu dan besi dragon.
God Bless U!
Ada banyak orang yang tidak akan pernah merasakan nikmatnya kesuksesan karena mereka telah memutuskan bahwa kesuksesan terlalu berat bagi mereka dan bahwa kesuksesan hanya diperuntukan bagi segelintir orang yang beruntung. Pikiran yang membatasi telah mensabotase potensi diri mereka sehingga mereka mau menerima apapun yang mereka terima dalam hidupnya.
Pikirkan baik-baik: Hal apa saja yang menurut Anda tidak dapat diraih dalam kehidupan ini? Saya yakin tindakan Anda pasti akan menjauh darinya karena pikiran “tidak mampu” mensabotase potensi diri Anda sehingga tindakan Anda untuk mewujudkannyapun jadi minimal.
Tidak jarang saya mendengar komentar dari seseorang yang saya temui, “Mudah bagi Anda untuk berhasil karena Anda lulusan luar negeri” atau “Saya tidak mungkin sesukses Anda”. Anda tahu, ia benar. Ia tidak akan bisa sesukses saya. Bukan karena saya lebih baik atau lebih pintar dari dia, tetapi karena ia telah membatasi pikiranyya. Pikirannya akan mengendalikan segala tindakannya, yang pada gilirannya akan mengendalikan hasil akhirnya. Pola pikirnya telah menentukan hasil akhirnya.
Jangan terjebak dalam pikiran mengapa Anda tidak mampu berprestasi. Berpikirlah bahwa kalau orang lain bisa maka Anda pun bisa jika melakukannya dengan strategi yang sama. Yakinkan diri Anda kalau orang lain bisa, Anda juga pasti bisa. Kalau belum yakin juga, temui orang yang percaya dengan potensi diri Anda dan belajarlah darinya. Kalau menemui hambatan, terobos-lah sebagaimana seorang Karateka memecahkan balok es/kayu dan besi dragon.
God Bless U!
Rabu, Desember 31, 2008
10 Kiat Efektif Meraih Target Anda

Acara pergantian tahun baru sudah kita lewatkan. Resolusi dan target baru sudah ditetapkan. Harapan untuk berubah guna memperbaiki diri dan prestasi kerja dirasakan begitu besar menggelora di dada setiap orang. Pertanyaannya adalah bagaimana kita bisa mewujudkan target/resolusi yang sudah dibuat tersebut?. Berikut adalah 10 kiat praktis agar Anda mampu mewujudkan apapun yang menjadi cita-cita Anda di tahun 2009.
1. Jika belum menuliskan target untuk tahun 2009, tuliskanlah segera!. Target yang tertulis lebih baik daripada target yang hanya diingat. Penelitian membuktikan bahwa apa-apa yang dituliskan jauh lebih lama untuk diingat daripada hanya sekadar diucapkan. Masih ingat waktu pacaran dulu? Anda menyimpan photo sang pacar di dompet atau difigura. Lakukan hal yang sama dengan target Anda. Tuliskan dan letakkan ditempat Anda bisa melihatnya setiap hari! Minimal dua kali, saat pagi dan malam hari. Lihatlah Target Anda dengan gairah dan perasaan rindu yang menggebu untuk mendapatkannya, setiap saat dan setiap hari. Anda akan kaget dengan hasilnya. Target yang tertulis dan dilihat secara berkala ibarat kompas untuk nahkoda yang akan membimbingnya untuk senantiasa fokus pada dermaga tujuan.
2. Target harus spesifik, terukur, dan merupakan peningkatan prestasi diri dari tahun sebelumnya. Target yang tidak jelas ukurannya akan membuat Anda tidak fokus. “Saya ingin membeli rumah”, adalah target yang kurang spesifik dan terukur. Rumah seperti apa yang sesungguhnya Anda inginkan? Dua kamar atau tiga kamar? Lokasinya di mana? Berapa harganya?. Hal tersebut perlu dijabarkan secara rinci. Mengapa target perlu lebih spesifik dan terukur? karena dalam perjalanan untuk mencapainya Anda akan dihadapkan pada “godaan” dan “tekanan” untuk bersikap realistis sehingga memaksa Anda untuk memilih alternatif kedua atau kesepuluh. Jika hal ini yang terjadi, maka tekanan eksternal yang akan “memilihkan” target yang cocok untuk Anda. Dengan kata lain, sesungguhnya Anda tidak sedang mewujudkan target pribadi tapi malah mewujudkan target yang menurut lingkungan eksternal (orangtua, istri/suami/rekan, bos atau siapapun) “cocok” untuk Anda.
3. Pecahlah target Anda menjadi rangkaian sasaran antara yang harus dicapai. Ibarat Tour De Indonesia, yang menyelesaikan rute Jakarta – Bali, para pembalap menyelesaikannya dalam beberapa etape. Target-target besar tidak mungkin dicapai semalam, Anda perlu menentukan berapa banyak etape yang harus dicapai sebelum sampai ke garis finis akhir. Bagi Anda yang punya target menurunkan berat badan 10 kg tahun 2009, tentu sangat berat dan membahayakan jika Anda memaksakan mencapainya dalam satu bulan. Selain akan mengganggu metabolisme tubuh, hal tersebut juga tidak efektif karena Anda belum membentuk kebiasaan baru untuk berdiet. Jadi buatlah sasaran-sasaran antara yang akan meringankan proses pencapaian target tersebut. Jadi alih-alih menurunkan berat badan 10 kg yang terasa berat sekali, lebih baik jika Anda memiliki sasaran antara turun 2 kg per bulan sehingga bisa tercapai dalam lima bulan. Hindari untuk memiliki Instant-minded yan g terkadang menipu diri sendiri karena proses mencapai target sama pentingnya dengan pencapaian target itu sendiri.
4. Buat daftar kegiatan yang harus dilakukan setiap hari (to-do list) yang mencakup kegiatan-kegiatan penting yang jika dilakukan akan mendekatkan Anda pada target yang telah ditetapkan. Jika target Anda adalah memiliki rumah baru, kegiatan yang bisa muncul dalam daftar kegiatan harian Anda adalah menyisihkan setengah uang harian untuk ditabung, atau meluangkan waktu 30 menit setiap hari untuk mencari informasi rumah di jual di lokasi yang Anda inginkan.
5. Tetapkan prioritas, kurangi kegiatan-kegiatan yang tidak penting. Kegiatan penting adalah kegiatan yang kalau dilakukan akan mendekatkan Anda pada pencapaian target . Sedangkan kegiatan yang tidak penting adalah kegiatan yang akan menghambat atau malah menjauhkan Anda dari target yang ingin dicapai. Kemampuan Anda untuk membagi kegiatan penting dan tidak penting serta menetapkan komitmen untuk mengerjakan kegiatan yang penting seberat apapun halangan dan godaannya, akan menentukan seberapa cepat target Anda akan tercapai.
6. Monitor kemajuan Anda. Setiap rencana tindakan membutuhkan umpan balik (feedback). Sudah seberapa jauh Anda melangkah? Apakah yang dilakukan telah berjalan sesuai dengan yang direncanakan? Bagaimana mempertahankan yang sudah berjalan dengan baik? Bagaimana memperbaiki hal-hal yang belum sesuai dengan rencana awal. Apakah cara yang sekarang dilakukan terbukti efektif, ataukah perlu mencari cara lain? Lakukan monitoring mingguan dan bulanan dan segera lakukan langkah perbaikan jika diperlukan.
7. Berikan hadiah untuk setiap kemenangan yang berhasil Anda raih dalam mencapai sasaran-sasaran antara. Bayangkan salah satu klub sepakbola di Inggris, katakanlah Liverpool, yang harus menjalani hampir 40 pertandingan untuk bisa meraih gelar English Premier League di ahir musim kompetisi. Guna mencapai target Juara Liga Inggris, setiap pertandingan harus dimenangkan. Dan perayaaan kemenangan dari setiap pertandingan akan memberikan momentum kepercayaan diri bagi setiap pemain bahwa mereka mampu meraih target mereka. Begitu juga dengan Anda, hargai diri Anda atas setiap prestasi yang telah dicapai. Jadikan perayaan kemenangan kecil Anda sebagai amunisi tambahan kepercayaan diri untuk meraih target yang lebih besar.
8. Jangan menghakimi diri sendiri ketika menemui kegagalan. Tidak ada seorangpun yang sukses tanpa pernah mengalami kegagalan. Kegagalan mengajarkan bahwa kita perlu mengubah pendekatan dalam mengejar sasaran dan target. Kegagalan memberikan energi kreatif untuk mengembangkan diri baik berupa teknologi baru, strategi baru atau paradigm baru. Dengan memberikan lebih banyak lagi kesabaran dan keuletan serta kerendahan hati untuk terus mau belajar, kegagalan bukanlah sesuatu yang permanen tetapi hanya sementara menunggu pintu kesuksesan terbuka.
9. Percayalah kepada diri sendiri, pada potensi diri, impian dan target Anda. Tanpa rasa percaya diri yang kuat bahwa Anda layak mendapatkan dan bisa mewujudkan impian dan target Anda, Anda tidak akan mengerahkan potensi yang telah dianugrahkan Tuhan. Ketika potensi yang Anda kerahkan tidak maksimal maka tindakan yang dilakukanpun minimal dan ini berdampak pada hasil akhirnya yang juga minimal. Tanyalah kepada para pemenang di bidang olahraga. Mereka bahkan sudah bisa membayangkan menggenggam piala-nya sebelum pertandingan di mulai. Mereka memasuki gelanggang pertandingan dengan keyakinan diri yang kuat sehingga mampu mengeluarkan potensi dirinya secara maksimal dan berdampak pada tindakan diri yang efektif. Para pemenang memiliki kepercayaan diri yang sangat kuat atau memiliki seseorang yang dapat menyuntikan rasa percaya diri kepada dirinya.
10. Ambil tindakan. Lakukan sesuatu dan jangan hanya berdiam diri. Telpon dan temui seseorang, cari informasi secara aktif atau bertanyalah. Intinya bergeraklah!. Ketika Anda bergerak, pintu-pintu kesempatan dan peluang akan membuka dengan sendirinya. Tidak perlu khawatir kalau Anda melakukan kesalahan, malah segeralah berbuat salah sehingga bisa belajar dari kesalahan diri. Bergeraklah dan belajar terus memperbaiki tindakan Anda.
1. Jika belum menuliskan target untuk tahun 2009, tuliskanlah segera!. Target yang tertulis lebih baik daripada target yang hanya diingat. Penelitian membuktikan bahwa apa-apa yang dituliskan jauh lebih lama untuk diingat daripada hanya sekadar diucapkan. Masih ingat waktu pacaran dulu? Anda menyimpan photo sang pacar di dompet atau difigura. Lakukan hal yang sama dengan target Anda. Tuliskan dan letakkan ditempat Anda bisa melihatnya setiap hari! Minimal dua kali, saat pagi dan malam hari. Lihatlah Target Anda dengan gairah dan perasaan rindu yang menggebu untuk mendapatkannya, setiap saat dan setiap hari. Anda akan kaget dengan hasilnya. Target yang tertulis dan dilihat secara berkala ibarat kompas untuk nahkoda yang akan membimbingnya untuk senantiasa fokus pada dermaga tujuan.
2. Target harus spesifik, terukur, dan merupakan peningkatan prestasi diri dari tahun sebelumnya. Target yang tidak jelas ukurannya akan membuat Anda tidak fokus. “Saya ingin membeli rumah”, adalah target yang kurang spesifik dan terukur. Rumah seperti apa yang sesungguhnya Anda inginkan? Dua kamar atau tiga kamar? Lokasinya di mana? Berapa harganya?. Hal tersebut perlu dijabarkan secara rinci. Mengapa target perlu lebih spesifik dan terukur? karena dalam perjalanan untuk mencapainya Anda akan dihadapkan pada “godaan” dan “tekanan” untuk bersikap realistis sehingga memaksa Anda untuk memilih alternatif kedua atau kesepuluh. Jika hal ini yang terjadi, maka tekanan eksternal yang akan “memilihkan” target yang cocok untuk Anda. Dengan kata lain, sesungguhnya Anda tidak sedang mewujudkan target pribadi tapi malah mewujudkan target yang menurut lingkungan eksternal (orangtua, istri/suami/rekan, bos atau siapapun) “cocok” untuk Anda.
3. Pecahlah target Anda menjadi rangkaian sasaran antara yang harus dicapai. Ibarat Tour De Indonesia, yang menyelesaikan rute Jakarta – Bali, para pembalap menyelesaikannya dalam beberapa etape. Target-target besar tidak mungkin dicapai semalam, Anda perlu menentukan berapa banyak etape yang harus dicapai sebelum sampai ke garis finis akhir. Bagi Anda yang punya target menurunkan berat badan 10 kg tahun 2009, tentu sangat berat dan membahayakan jika Anda memaksakan mencapainya dalam satu bulan. Selain akan mengganggu metabolisme tubuh, hal tersebut juga tidak efektif karena Anda belum membentuk kebiasaan baru untuk berdiet. Jadi buatlah sasaran-sasaran antara yang akan meringankan proses pencapaian target tersebut. Jadi alih-alih menurunkan berat badan 10 kg yang terasa berat sekali, lebih baik jika Anda memiliki sasaran antara turun 2 kg per bulan sehingga bisa tercapai dalam lima bulan. Hindari untuk memiliki Instant-minded yan g terkadang menipu diri sendiri karena proses mencapai target sama pentingnya dengan pencapaian target itu sendiri.
4. Buat daftar kegiatan yang harus dilakukan setiap hari (to-do list) yang mencakup kegiatan-kegiatan penting yang jika dilakukan akan mendekatkan Anda pada target yang telah ditetapkan. Jika target Anda adalah memiliki rumah baru, kegiatan yang bisa muncul dalam daftar kegiatan harian Anda adalah menyisihkan setengah uang harian untuk ditabung, atau meluangkan waktu 30 menit setiap hari untuk mencari informasi rumah di jual di lokasi yang Anda inginkan.
5. Tetapkan prioritas, kurangi kegiatan-kegiatan yang tidak penting. Kegiatan penting adalah kegiatan yang kalau dilakukan akan mendekatkan Anda pada pencapaian target . Sedangkan kegiatan yang tidak penting adalah kegiatan yang akan menghambat atau malah menjauhkan Anda dari target yang ingin dicapai. Kemampuan Anda untuk membagi kegiatan penting dan tidak penting serta menetapkan komitmen untuk mengerjakan kegiatan yang penting seberat apapun halangan dan godaannya, akan menentukan seberapa cepat target Anda akan tercapai.
6. Monitor kemajuan Anda. Setiap rencana tindakan membutuhkan umpan balik (feedback). Sudah seberapa jauh Anda melangkah? Apakah yang dilakukan telah berjalan sesuai dengan yang direncanakan? Bagaimana mempertahankan yang sudah berjalan dengan baik? Bagaimana memperbaiki hal-hal yang belum sesuai dengan rencana awal. Apakah cara yang sekarang dilakukan terbukti efektif, ataukah perlu mencari cara lain? Lakukan monitoring mingguan dan bulanan dan segera lakukan langkah perbaikan jika diperlukan.
7. Berikan hadiah untuk setiap kemenangan yang berhasil Anda raih dalam mencapai sasaran-sasaran antara. Bayangkan salah satu klub sepakbola di Inggris, katakanlah Liverpool, yang harus menjalani hampir 40 pertandingan untuk bisa meraih gelar English Premier League di ahir musim kompetisi. Guna mencapai target Juara Liga Inggris, setiap pertandingan harus dimenangkan. Dan perayaaan kemenangan dari setiap pertandingan akan memberikan momentum kepercayaan diri bagi setiap pemain bahwa mereka mampu meraih target mereka. Begitu juga dengan Anda, hargai diri Anda atas setiap prestasi yang telah dicapai. Jadikan perayaan kemenangan kecil Anda sebagai amunisi tambahan kepercayaan diri untuk meraih target yang lebih besar.
8. Jangan menghakimi diri sendiri ketika menemui kegagalan. Tidak ada seorangpun yang sukses tanpa pernah mengalami kegagalan. Kegagalan mengajarkan bahwa kita perlu mengubah pendekatan dalam mengejar sasaran dan target. Kegagalan memberikan energi kreatif untuk mengembangkan diri baik berupa teknologi baru, strategi baru atau paradigm baru. Dengan memberikan lebih banyak lagi kesabaran dan keuletan serta kerendahan hati untuk terus mau belajar, kegagalan bukanlah sesuatu yang permanen tetapi hanya sementara menunggu pintu kesuksesan terbuka.
9. Percayalah kepada diri sendiri, pada potensi diri, impian dan target Anda. Tanpa rasa percaya diri yang kuat bahwa Anda layak mendapatkan dan bisa mewujudkan impian dan target Anda, Anda tidak akan mengerahkan potensi yang telah dianugrahkan Tuhan. Ketika potensi yang Anda kerahkan tidak maksimal maka tindakan yang dilakukanpun minimal dan ini berdampak pada hasil akhirnya yang juga minimal. Tanyalah kepada para pemenang di bidang olahraga. Mereka bahkan sudah bisa membayangkan menggenggam piala-nya sebelum pertandingan di mulai. Mereka memasuki gelanggang pertandingan dengan keyakinan diri yang kuat sehingga mampu mengeluarkan potensi dirinya secara maksimal dan berdampak pada tindakan diri yang efektif. Para pemenang memiliki kepercayaan diri yang sangat kuat atau memiliki seseorang yang dapat menyuntikan rasa percaya diri kepada dirinya.
10. Ambil tindakan. Lakukan sesuatu dan jangan hanya berdiam diri. Telpon dan temui seseorang, cari informasi secara aktif atau bertanyalah. Intinya bergeraklah!. Ketika Anda bergerak, pintu-pintu kesempatan dan peluang akan membuka dengan sendirinya. Tidak perlu khawatir kalau Anda melakukan kesalahan, malah segeralah berbuat salah sehingga bisa belajar dari kesalahan diri. Bergeraklah dan belajar terus memperbaiki tindakan Anda.
Jumat, Desember 19, 2008
Up-date news

Dear students,
Akhirny ngeblog lagi... karena kesibukan akhir tahun ngeblog-nya sempat terhenti, alhamdulillah sekarang sudah agak "reda"...
Kuliah MSDM besok sabtu 20/12/2008 ditiadakan diganti oleh kelas Marketing karena pak har sabtu tgl 27/12/2008 akan off, jadi digantikan oleh kelas MSDM (2 kali pertemuan).
Untuk kelas entrepreneur kita akan kuliah seperti biasa... yang akan diisi oleh dua grup yang akan mempresentasikan business plan-nya.
Jangan lupa tugas individu di kelas entrepreneur adalah membuat Book Review: The One Minute Entrepreneur. Edisi bahasa indonesianya sudah bisa didapatkan di Gramedia atau TGA.
Good Luck
PHK, hadapi tahun 2009 dengan KEPALA TEGAK
Di bawah ini artikel dari kompas.com yang perlu kita antisipasi...
Pengusaha: PHK Sulit Dihindari
/
Artikel Terkait:
2.000 Buruh Sawit Kalsel Terancam PHK
Pengangguran Bakal Meningkat, Pemerintah Harus Antisipasi
75.000 Pekerja di Batam Terancam PHK
32.000 Buruh di Tangerang Terancam PHK
Sedikitnya 7.000 Pekerja Terancam PHK di Jabar
Jumat, 19 Desember 2008 19:44 WIB
JAKARTA, JUMAT- Para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan akan berusaha untuk menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK). Akan tetapi, jika dampak krisis keuangan global tak segera bisa diatasi, PHK tak bisa dihindari.
"Kita tetap berupaya (agar) langkah terakhir adalah PHK. Paling tidak merumahkan. Kita akan meng-cut pengeluaran. Para direksi juga sepakat beberapa perusahaan kalau perlu potong gaji. Kita lakukan kecil-kecilan, baru kalau terdesak pertengahan tahun depan puncaknya," kata Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi dalam acara konferensi pers di Jakarta, Jumat (19/12).
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko mengatakan, tahun 2009 di sektor alas kaki akan terjadi PHK 30.000, sedangkan sampai akhir tahun ini telah 9.000 orang. "Saat ini masih menunggu pemerintahan Obama, masih wait and see. Apakah kebijakannya nanti mampu memperbaiki krisis ekonomi," jelas Eddy.
Berbeda dengan subsektor alas kaki dan industri lain, subsektor industri makanan dan minuman masih bisa dibilang aman, meskipun juga tidak terhindar dari krisis. Salah satu penyebabnya, kata Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Thomas Darmawan, Pemilu 2009.
Menurut Darmawan, penyelenggaraan Pemilu otomatis akan meningkatkan kebutuhan makanan dan minuman, sehingga industri ini akan tetap menggeliat. Industri makanan dan minuman juga terbantu dengan gencarnya operasi produk ilegal.
"Tetapi kita tidak bisa gegabah, karena kita tidak tahu pertengahan 2009 atau setelah Pemilu. Jika ternyata memburuk dan krisis masih berlanjut, PHK tidak bisa dihindarkan," kata Thomas.C12-08
Pengusaha: PHK Sulit Dihindari
/
Artikel Terkait:
2.000 Buruh Sawit Kalsel Terancam PHK
Pengangguran Bakal Meningkat, Pemerintah Harus Antisipasi
75.000 Pekerja di Batam Terancam PHK
32.000 Buruh di Tangerang Terancam PHK
Sedikitnya 7.000 Pekerja Terancam PHK di Jabar
Jumat, 19 Desember 2008 19:44 WIB
JAKARTA, JUMAT- Para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan akan berusaha untuk menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK). Akan tetapi, jika dampak krisis keuangan global tak segera bisa diatasi, PHK tak bisa dihindari.
"Kita tetap berupaya (agar) langkah terakhir adalah PHK. Paling tidak merumahkan. Kita akan meng-cut pengeluaran. Para direksi juga sepakat beberapa perusahaan kalau perlu potong gaji. Kita lakukan kecil-kecilan, baru kalau terdesak pertengahan tahun depan puncaknya," kata Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi dalam acara konferensi pers di Jakarta, Jumat (19/12).
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko mengatakan, tahun 2009 di sektor alas kaki akan terjadi PHK 30.000, sedangkan sampai akhir tahun ini telah 9.000 orang. "Saat ini masih menunggu pemerintahan Obama, masih wait and see. Apakah kebijakannya nanti mampu memperbaiki krisis ekonomi," jelas Eddy.
Berbeda dengan subsektor alas kaki dan industri lain, subsektor industri makanan dan minuman masih bisa dibilang aman, meskipun juga tidak terhindar dari krisis. Salah satu penyebabnya, kata Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Thomas Darmawan, Pemilu 2009.
Menurut Darmawan, penyelenggaraan Pemilu otomatis akan meningkatkan kebutuhan makanan dan minuman, sehingga industri ini akan tetap menggeliat. Industri makanan dan minuman juga terbantu dengan gencarnya operasi produk ilegal.
"Tetapi kita tidak bisa gegabah, karena kita tidak tahu pertengahan 2009 atau setelah Pemilu. Jika ternyata memburuk dan krisis masih berlanjut, PHK tidak bisa dihindarkan," kata Thomas.C12-08
Kamis, November 20, 2008
Kuliah tgl 22 Nov
Dear Students,
Mohon maaf untuk tgl 22 nov, saya tidak bisa hadir untuk memberikan kuliah. Pertemuannya akan digantikan pada tgl 29 nov (yang mestinya untuk jadual UTS). Soal UTS akan diberikan segera dan dikerjakan TAKE HOME.
Mohon maaf untuk tgl 22 nov, saya tidak bisa hadir untuk memberikan kuliah. Pertemuannya akan digantikan pada tgl 29 nov (yang mestinya untuk jadual UTS). Soal UTS akan diberikan segera dan dikerjakan TAKE HOME.
Rabu, November 12, 2008
Siap jadi Entrepreneur?

Laporan menarik dari kompas.com untuk kita simak bersama dan menjadi bahan diskusi kita di kelas entrepreneurship.
Kamis, 13 November 2008 06:22 WIB
Ajakan provokatif dilontarkan pengusaha kawakan, Bob Sadino, kepada para mahasiswa yang memadati sebuah forum di Universitas Indonesia, pekan lalu. ”Siapa saja yang ingin menjadi entrepreneur, keluarlah dari kampus setelah acara ini dan jangan kembali ke sini lagi,” ujarnya.
Pengusaha yang sukses mengembangkan agrobisnis dan kini membangun apartemen itu adalah jebolan Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Bob (75) sempat menjadi sopir taksi dan kuli bangunan sebelum mengawali karier kewirausahaan dengan berdagang telur.
Provokasi Bob ”diimbangi” oleh Wahyu Saidi. Ia memperkenalkan diri sebagai ”tukang bakmi” yang mendapat gelar Dr, Ir, dan MSc dari Institut Teknologi Bandung dan dari Universitas Negeri Jakarta.
”Untuk memulai entrepreneurship, gelar kesarjanaan benar-benar tak berguna, justru sering negatif. Begitu mau menyebar brosur atau nggoreng makanan ngerasa diri sarjana. Itu bisa jadi awal kegagalan,” ujar Wahyu, yang membuka 410 gerai makanan di 30 kota dan 4 negara.
Menurut Wahyu, ilmu yang didapat di bangku kuliah baru berguna jika bisnis sudah berkembang. Misalnya, terkait tuntutan penguasaan manajemen, mekanisme kontrol, dan distribusi. Namun, tidak bersekolah juga bukan berarti tidak bisa belajar menguasai ilmu-ilmu ini.
Dalam forum diskusi ”Entrepreneurship Experiencing 2008”, Bob dan Wahyu membagi pengalaman mereka kepada para mahasiswa. Selain berdiskusi, dalam kegiatan dua hari itu juga diberikan simulasi bisnis. Para peserta dipinjami modal kerja dan produk, lalu diminta berinovasi untuk mengembalikan modal itu dan mendapat untung.
Para peserta juga difasilitasi magang di perusahaan kecil-menengah dan perusahaan besar selama sebulan. Pusat Pelayanan Mahasiswa FISIP UI yang menyelenggarakan kegiatan ini juga bekerja sama dengan Pelindo II untuk memberi kredit bagi calon pelaku bisnis.
Kredit Rp 5 juta-Rp 100 juta dengan bunga 6 persen per tahun itu ditawarkan kepada peserta yang sudah memiliki usaha minimal setahun.
Kamis, 13 November 2008 06:22 WIB
Ajakan provokatif dilontarkan pengusaha kawakan, Bob Sadino, kepada para mahasiswa yang memadati sebuah forum di Universitas Indonesia, pekan lalu. ”Siapa saja yang ingin menjadi entrepreneur, keluarlah dari kampus setelah acara ini dan jangan kembali ke sini lagi,” ujarnya.
Pengusaha yang sukses mengembangkan agrobisnis dan kini membangun apartemen itu adalah jebolan Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Bob (75) sempat menjadi sopir taksi dan kuli bangunan sebelum mengawali karier kewirausahaan dengan berdagang telur.
Provokasi Bob ”diimbangi” oleh Wahyu Saidi. Ia memperkenalkan diri sebagai ”tukang bakmi” yang mendapat gelar Dr, Ir, dan MSc dari Institut Teknologi Bandung dan dari Universitas Negeri Jakarta.
”Untuk memulai entrepreneurship, gelar kesarjanaan benar-benar tak berguna, justru sering negatif. Begitu mau menyebar brosur atau nggoreng makanan ngerasa diri sarjana. Itu bisa jadi awal kegagalan,” ujar Wahyu, yang membuka 410 gerai makanan di 30 kota dan 4 negara.
Menurut Wahyu, ilmu yang didapat di bangku kuliah baru berguna jika bisnis sudah berkembang. Misalnya, terkait tuntutan penguasaan manajemen, mekanisme kontrol, dan distribusi. Namun, tidak bersekolah juga bukan berarti tidak bisa belajar menguasai ilmu-ilmu ini.
Dalam forum diskusi ”Entrepreneurship Experiencing 2008”, Bob dan Wahyu membagi pengalaman mereka kepada para mahasiswa. Selain berdiskusi, dalam kegiatan dua hari itu juga diberikan simulasi bisnis. Para peserta dipinjami modal kerja dan produk, lalu diminta berinovasi untuk mengembalikan modal itu dan mendapat untung.
Para peserta juga difasilitasi magang di perusahaan kecil-menengah dan perusahaan besar selama sebulan. Pusat Pelayanan Mahasiswa FISIP UI yang menyelenggarakan kegiatan ini juga bekerja sama dengan Pelindo II untuk memberi kredit bagi calon pelaku bisnis.
Kredit Rp 5 juta-Rp 100 juta dengan bunga 6 persen per tahun itu ditawarkan kepada peserta yang sudah memiliki usaha minimal setahun.
Jangan ditunda
Beragam pertanyaan dan unek-unek disampaikan para mahasiswa dalam diskusi itu. Indah, mahasiswa Diploma Pajak UI angkatan 2006, menceritakan, ia mulai menjajakan makanan kecil di kampus pada satu semester terakhir. Namun, ia masih berharap menjadi pegawai, sebelum merasa siap total berbisnis.
Tak sedikit pula yang mengeluh sulit meyakinkan orangtua untuk merestui anaknya berbisnis sendiri, tidak menjadi pegawai atau karyawan.
”Kalau mau jadi entrepreneur, mulailah dari sekarang. Jangan berencana mulai setelah lulus kuliah. Apalagi, kalau Anda berusaha lulus dengan indeks prestasi tinggi, besar kemungkinan muncul harapan dan iming-iming untuk jadi pegawai,” ujar Wahyu.
Menurut Bob, sikap mental yang menjadi prasyarat utama menjadi pengusaha adalah tidak banyak berharap, menghilangkan rasa takut, dan mengubah pola pikir. ”Harus punya kemauan dan tekad kuat mengubah diri Anda, dari bagaimanapun adanya sekarang. Tekad yang kuat itu tidak cukup kalau tak ada keberanian mengambil peluang. Namun, Anda baru jadi entrepreneur kalau sudah terbukti tahan banting dan tidak cengeng,” paparnya.
Mendengar pertanyaan, komentar, dan keluhan para mahasiswa, Bob menilai, sangat kuat keinginan para mahasiswa untuk menemukan metode paling cepat, atau jalan pintas, agar sukses berbisnis.
Padahal, pengalaman bisnis puluhan tahun mengajarkan, tidak ada jalan pintas untuk mendapat untung besar. ”Kecuali Anda jadi koruptor, maling, atau jualan sabu.”
Pada usia senja, kesediaan Bob berkampanye mengajak mahasiswa menerjuni dunia kewirausahaan dilatari keprihatinan mendalam. Ia mengingatkan, jumlah pengusaha di negeri ini hanya 0,18 persen dari total penduduk. Padahal, di negeri sekecil Singapura, jumlah pengusahanya 7,2 persen dan perekonomiannya maju pesat. Sebaliknya, dengan segala sumber kekayaan alam Indonesia, penduduk negeri ini masih dijerat kemiskinan.
Para pengajar di sekolah formal turut andil ”melemahkan” semangat kewirausahaan. ”Saya pernah menyuruh anak saya yang masih SD berjualan mainan ke temen-temen-nya di sekolah. Eh, malah dilarang guru. Dari kecil, di sekolah, anak-anak dididik untuk membeli bukan menjual,” ujar Wahyu.
Sumber : Kompas Cetak
Kamis, Oktober 23, 2008
Perubahan Jadual Kuliah MSDM
Dear Students,
I've talk to Pak Har Adi today, and agreed to change our class schedule. So starting this coming saturday Pak Har Adi will deliver lecture in the morning (08.00 - 10.30) and myself, in the afternoon (14.00 -16.30).
I've talk to Pak Har Adi today, and agreed to change our class schedule. So starting this coming saturday Pak Har Adi will deliver lecture in the morning (08.00 - 10.30) and myself, in the afternoon (14.00 -16.30).
Rabu, Oktober 22, 2008
Dampak Krisis Finansial terhadap Sektor Riil
Melengkapi jawaban yang saya berikan atas pertanyaan di kelas Entrepreneurship, "Apa dampak Krisis Finansial terhadap Entrepreneur?" (Ahmad Nasikin), berikut adalah berita up-to-date dari kompas.com. Sebagaimana yang telah diperkirakan bahwa krisis di sektor moneter akan berimbas ke sektor riil. Entrepreneurs dituntut untuk berpikir sekreatif mungkin untuk bagaimana menyiasati kondisi ekonomi global yang tengah terpuruk ini. Pilihan pahit yang mungkin muncul adalah PHK. So please, Expect for the best and prepare for the worst.Pengusaha: Akibat Krisis, Siap-siap PHK
Rabu, 22 Oktober 2008 15:12 WIB
JAKARTA, SELASA — Kalangan pengusaha meminta maaf kepada karyawan kalau terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) menyusul berkurangnya produksi akibat volume permintaan barang, terutama ekspor, yang terus menyusut. Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Erwin Aksa mengatakan, perusahaan pasti melakukan PHK, tetapi pemerintah diminta bekerja sama untuk meminimalkan PHK. "Pasti ada PHK karena volume market turun. Pabrik akan menurunkan produksi dan otomatis akan ada pengurangan karyawan," kata Erwin, Rabu (22/10).
Dia mengatakan, persoalannya sekarang semua orang berhenti melakukan expand secara serentak dan ini lebih pada dampak psychology karena ada ke kekawatiran krisis finansial global akan berlangsung cukup lama. "Dalam kondisi sekarang perusahaan akan menunda ekspansi dan tentu saja karyawan diharap melakukan efektifitas kerja," tutur dia.
Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia Bambang Soesatyo berharap semua pihak tidak inginkan PHK akan tetapi kondisi memaksa dalam negeri mengharuskan pengusaha mengambil kebijakan tersebut. "Permintaan di pasar dalam negeri melemah dan volume ekspor anjlok akibat resesi dan ketidakpastian global di zone euro dan AS, kemungkinan terjadinya PHK sangat terbuka," tutur Bambang hari ini.
Dia mengatakan, turunnya permintaan dan volume ekspor akan memaksa produsen melakukan penyesuaian biaya-biaya, termasuk penurunan kapasitas produksi. "Penurunan kapasitas produksi lazim diikuti restrukturisasi. Tahapan restrukturisasi biasanya mengkaji kebutuhan pekerja. Di sinilah berkembang wacana PHK," ujar dia.
Selasa, Oktober 21, 2008
Dosen Pengganti Kelas Entrepreneurship
Dear Students,
As I mention to you, I won't be able to deliver the lecture on Nov 25, 2008. But don't worry... I already have someone who will replace me and deliver the lecture for you, He is Mr. Riri Satria, MM, ACP. (For sure he will tell the story about his name, he..he..) Pak Riri will share his experiences on moving from E, to S and now B quadrant as well as share to you what kind of preparations needed for the smooth transition between each quadrant. He will also teach you on how to be a creative person in finding the market opportunities and doubling your assets.
I am sure that you'll enjoy the class...., for your information, Pak Riri is an outstanding Public Speaker, Writer, and Consultant (He has wide experience in project consultations for domestic and multinational companies in Indonesia). He is also a senior lecturer at Graduate School of LPPM, SELAPA POLRI, and UI. We are honored to have him as a guest lecturer in our class so please ask questions whenever you wish.
Please visit his blog at http://www.ririsatria.net/ to know him in advance.
As I mention to you, I won't be able to deliver the lecture on Nov 25, 2008. But don't worry... I already have someone who will replace me and deliver the lecture for you, He is Mr. Riri Satria, MM, ACP. (For sure he will tell the story about his name, he..he..) Pak Riri will share his experiences on moving from E, to S and now B quadrant as well as share to you what kind of preparations needed for the smooth transition between each quadrant. He will also teach you on how to be a creative person in finding the market opportunities and doubling your assets.
I am sure that you'll enjoy the class...., for your information, Pak Riri is an outstanding Public Speaker, Writer, and Consultant (He has wide experience in project consultations for domestic and multinational companies in Indonesia). He is also a senior lecturer at Graduate School of LPPM, SELAPA POLRI, and UI. We are honored to have him as a guest lecturer in our class so please ask questions whenever you wish.
Please visit his blog at http://www.ririsatria.net/ to know him in advance.
Senin, Oktober 20, 2008
Menumbuhkan Antusiasme Membaca
Saat sesi kuliah entrepreneurship sabtu lalu (18/10/08), saya mendapatkan pertanyaan dari salah seorang mahasiswa (Hendro) tentang bagaimana kiat menumbuhkan antusiasme membaca. Pertanyaan yang menurut saya mutlak juga disimak jawabannya oleh rekan-rekan mahasiswa MM lainnya.Sebagai mahluk yang memiliki motivasi (alasan untuk bertindak), dalam melakukan sesuatu kita akan berpikir apa untung ruginya bagi kita. Mengapa kita kuliah MM lagi? Secara garis besar alasannya bisa dikelompokkan ke dalam dua hal. Pertama, guna “mengejar” sesuatu (apakah itu gelar, jabatan dan juga gaji yang lebih tinggi serta mungkin saja menambah gengsi di mata calon mertua, he..he..) atau kedua, guna “menghindari” sesuatu, menghindari ketertinggalan pengetahuan, takut di PHK, atau menghindar dari segala kesulitan karena kompetensi yang ada pada diri Anda sudah tidak up-to-date lagi.
Lantas apa hubungannya dengan membaca? Dalam proses untuk menyandang gelar MM, Anda tentu akan dijejali tugas untuk membaca berbagai buku literatur supaya dalam diskusi kelas tidak menjadi D4 (Datang, Duduk, Diam dan .... Dapat nilai). Banyak rekan-rekan mahasiwa/i yang karena kesibukan pekerjaan di kantor dan di rumah, “tidak sempat” dan "malas" untuk membuka buku kuliah. Walah bisa cilaka tiga belas ni.....
Pada prinsipnya “proses” untuk mengejar gelar MM adalah sama pentingnya dibandingkan hasil akhir kelulusan Anda. Jadi saat Anda sudah committed untuk menyelesaikan kuliah MM, proses untuk membangun kebiasaan membaca merupakan KEHARUSAN yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Karena kalau tidak, Anda akan kehilangan makna gelar MM tersebut. Jadi makna sesungguhnya kita belajar lagi adalah untuk "membentuk kebiasaan baru" yang nantinya akan bermanfaat untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan di tempat kerja. Dan "kail" yang diberikan di program MM adalah kemampuan untuk melakukan riset melalui kegiatan MEMBACA.
Lantas, bagaimana agar membaca menjadi kegiatan yang menyenangkan? Berikut Tiga TIPS singkat untuk membangun kebiasaan membaca secara efektif:
1. Belajarlah untuk menyenangi mata kuliah dan dosennya (ha..ha.., apa boleh buat!). Karena kalau Anda sudah “merasa” antipati dengan mata kuliah dan dosennya, Anda secara tidak sadar sudah membentuk “mental block” yang akan menghambat proses membaca. Anda menjadi malas-malasan, sebel dan pada gilirannya kegiatan membaca menjadi tidak produktif. Coba tengok pengalaman Anda waktu SD, SMP dan SMA, saya yakin Anda mendapatkan nilai-nilai bagus di kelas yang guru dan pelajarannya Anda senangi.
2. Aktiflah selama membaca dengan menggunakan berbagai alat bantu. Bisa stabilo, ballpen, buku catatan dan alat bantu gambar. Jangan biarkan halaman yang Anda baca terlewati tanpa memberi “tanda” (jangan lakukan kalau itu buku pinjaman!). Buku yang penuh coretan dan komentar menandakan bahwa Anda “berdialog” dengan si penulis. Kalau Anda suka menggambar, coba gunakan metode Mind Mapping untuk menggambarkan ide si penulis. Anda pasti akan jauh lebih banyak mengingat isi bacaan.
3. Gunakan Teknik SQ3R. Teknik membaca ini ditemukan oleh Francis P. Robinson tahun 1941. SQ3R merupakan proses membaca yang terdiri dari lima langkah: Survey, Question, Read, Recite and Recall.
a. Lakukan survei sebelum membaca guna menetapkan apa tujuan membaca, di mana bisa menemukan apa yang dicari, apakah bahan bacaannya valid atau tidak? Lihat daftar isi, grafik, tabel, indeks dan juga profil penulis guna menetapkan apakah yang Anda cari akan ditemukan di bahan bacaan tersebut.
b. Tuliskan pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda cari jawabannya dalam buku/artikel/majalah yang akan Anda baca. Pakailah kiat 5W+1H. (What, Why, Who, Where, When dan How).
c. Langkah selanjutnya baru membaca. (Jadi membaca adalah langkah ketiga). Bacalah bagian per bagian sambil mencari jawaban dari pertanyaan yang Anda ajukan. Fokuskan pada ide pokok dan detail yang mendukung ide pokok. Perlambat dibagian yang penting dan penuh detail dan percepat dibagian yang kurang penting.
d. Setiap selesai membaca bagian penting, berhentilah sejenak. Lihat kembali pertanyaan yang Anda punya, apakah sudah terjawab? Atau ulangi lagi ide-ide penting dari bab tersebut (Recite).
e. Daya ingat manusia terbatas, sekalipun pada waktu membaca 85% kita menguasai isi bacaan, dalam tempo 8 jam kemudian kita hanya mampu mengingat 40% hal penting dan dalam tempo 2 minggu setelahnya, pemahaman kita tinggal 20% (wah berabe nih.... padahal kita akan ketemu 2 minggu lagi ya?). Oleh karena itu jangan lewatkan langkah kelima ini, Review. Setelah membaca semua, ulangi lagi membaca ide dan detail penting yang dirangkum dan yang menjawab pertanyaan Anda. After all, repetition is a main key of learning process.
Last but not the least...... Coba bayangkan laptop Anda, meskipun hardwarenya sama (katakan Lenovo versi terbaru) tapi pasti output-nya akan berbeda jika software yang dipake berbeda, yang satu memakai Windows 3.0 (versi JADUL) dan yang satu Windows Vista (Versi terbaru). Yang pakai Vista pasti lebih "adaptable' dengan berbagai aplikasi software terbaru lainnya. Begitupun dengan otak kita, jika tidak pernah diisi dengan "software" terbaru ilmu pengetahuan pasti tidak efektif lagi karena gagal untuk memecahkan permasalahan mutakhir yang kita hadapi di dunia kerja. Dan untuk "meng-install software baru" ke dalam otak kita, tiada lain tiada bukan, kita harus meluangkan waktu untuk M-E-M-B-A-C-A.
Wiseman says "I can judge someone by what they read". So, what books/newspapers did you read recently? Please spend at least 30 minutes of your time, every single day, ... TO READ.
Minggu, Oktober 12, 2008
Outstanding Blog on HR
Dear Students of HR Class,Please visits one of my partner's blog, http://strategimanajemen.net/category/human-capital/. The blogger is one of outstanding HR Consultant in Indonesia, Yodhia Antariksa. You may find interesting topics on current issues of HR.
Book Review

For the Entrepreneurship students,
Your first individual assignment is to submit book review on "Escape from the Rate Race" (Robert Kiyosaki & Sharon Lechter). This book is available in Gramedia Bookstore at very affordable price. You may get discount 10% if buy it collectively (pls exercise your negotiation skills...).
Your report consist of your review on the content, lesson learned from it as well as your comments to its content. (Max 6 pages). Please submit it Next Saturday.
LEARNING LESSONS FROM THE RICHEST MAN IN THE WORLD

(Informasi yang layak untuk kita simak bersama. Terima kasih utk Jose Lelo atas kiriman emailnya).
Akhirnya dominasi Bill Gates memudar juga. Setelah 13 tahun berturut-turut bercokol sebagai orang terkaya di dunia versi majalah Forbes, pendiri raksasa peranti lunak Microsoft itu tergeser juga dari tahtanya. Tahun ini, orang terkaya sejagad adalah Warren Buffett, seorang pebisnis dan investor yang ketajaman pikirannya amat luar biasa sehingga ia diibaratkan sebagai perpaduan antara fisikawan Einstein, seniman Picasso dan raja kaya raya pencipta koin emas Croesus, dalam satu tubuh.
Berikut ini adalah wawancara yang pernah ia lakukan dengan CNBC. Dalam wawancara tersebut ditemukan beberapa aspek menarik dari hidupnya :
Ia membeli saham pertamanya pada umur 11 tahun dan ia sekarang menyesal karena tidak memulainya dari masih muda. Pesan : Anjurkan anak anda untuk berinvestasi. Ia membeli sebuah kebun yang kecil pada umur 14 tahun dengan uang tabungan yang didapatinya dari hasil mengirimkan surat kabar. Pesan : Dorong Anak Anda untuk mulai belajar berbisnis.
Ia masih hidup di sebuah rumah dengan 3 kamar berukuran kecil di pusat kota Ohama, yang ia beli setelah ia menikah 50 tahun yang lalu. Ia berkata bahwa ia mempunyai segala yang ia butuhkan dalam rumah itu, meskipun rumah itu tidak ada pagarnya. Pesan : Jangan membeli apa yang tidak dibutuhkan, dan dorong Anak Anda berbuat yang sama. Ia selalu mengemudikan mobilnya seorang diri jika hendak bepergian dan ia tidak mempunyai seorang supir ataupun keamanan pribadi. Pesan : Jadilah apa adanya. Ia tidak pernah bepergian dengan pesawat jet pribadi, walaupun ia memiliki perusahaan pembuat pesawat jet terbesar di dunia. Pesan : Berhematlah.
Ia membeli saham pertamanya pada umur 11 tahun dan ia sekarang menyesal karena tidak memulainya dari masih muda. Pesan : Anjurkan anak anda untuk berinvestasi. Ia membeli sebuah kebun yang kecil pada umur 14 tahun dengan uang tabungan yang didapatinya dari hasil mengirimkan surat kabar. Pesan : Dorong Anak Anda untuk mulai belajar berbisnis.
Ia masih hidup di sebuah rumah dengan 3 kamar berukuran kecil di pusat kota Ohama, yang ia beli setelah ia menikah 50 tahun yang lalu. Ia berkata bahwa ia mempunyai segala yang ia butuhkan dalam rumah itu, meskipun rumah itu tidak ada pagarnya. Pesan : Jangan membeli apa yang tidak dibutuhkan, dan dorong Anak Anda berbuat yang sama. Ia selalu mengemudikan mobilnya seorang diri jika hendak bepergian dan ia tidak mempunyai seorang supir ataupun keamanan pribadi. Pesan : Jadilah apa adanya. Ia tidak pernah bepergian dengan pesawat jet pribadi, walaupun ia memiliki perusahaan pembuat pesawat jet terbesar di dunia. Pesan : Berhematlah.
Berkshire Hathaway, perusahaan miliknya, memiliki 63 anak perusahaan.Ia hanya menuliskan satu pucuk surat setiap tahunnya kepada para CEO dalam perusahaannya, menyampaikan target yang harus diraih untuk tahun itu.Ia tidak pernah mengadakan rapat atau menelpon mereka secara reguler. Pesan : Tugaskan pekerjaan kepada orang yang tepat. Ia hanya memberikan 2 peraturan kepada para CEOnya. Peraturan nomor satu adalah : Jangan pernah sekalipun menghabiskan uang para pemilik saham. Peraturan nomor dua : Jangan melupakan peraturan nomor satu. Pesan : Buat Tujuan yang jelas dan yakinkan mereke untuk fokus ke tujuan. Ia tidak bersosialisasi dengan masyarakat kalangan kelas atas.Waktu luangnya di rumah ia habiskan dengan menonton televisi sambil makan pop corn. Pesan : Jangan Pamer, Jadilah diri sendiri & nikmati apa yang kamu lakukan.
Bill Gates, yang saat itu merupakan orang terkaya di dunia bertemu dengannya untuk pertama kalinya 5 tahun yang lalu. Bill Gates pikir ia tidak memiliki keperluan yang sangat penting dengan Warren Buffet, maka ia mengatur pertemuan itu hanya selama 30 menit.Tetapi ketika ia bertemu dengannya, pertemuan itu berlangsung selama 10 jam dan Bill Gates tertarik untuk belajar banyak dari Warren Buffet. Warren Buffet tidak pernah membawa handphone dan di meja kerjanya tidak ada komputer.
Berikut ini adalah nasihatnya untuk orang-orang yang masih muda:
Hindarilah kartu kredit dan berinvestasilah untuk diri Anda sendiri dan ingat : Uang tidak menciptakan orang tetapi oranglah yang menciptakan uang.
Hiduplah secara sederhana. Jangan selalu lakukan apa yang orang lain katakan, dengarkanlah mereka, namun lakukan apa yang menurut Anda baik.
Jangan memaksakan diri untuk memiliki barang-barang bermerk, pakailah apa yang sekiranya nyaman bagi Anda. Jangan memboroskan uang Anda untuk hal-hal yang tidak diperlukan; gunakanlah uang untuk membantu mereka yang kekurangan.
Biar bagaimana pun orang lain tetap tidak dapat mengatur hidup Anda sendiri. Andalah yang mengendalikan hidup Anda sepenuhnya.
Hindarilah kartu kredit dan berinvestasilah untuk diri Anda sendiri dan ingat : Uang tidak menciptakan orang tetapi oranglah yang menciptakan uang.
Hiduplah secara sederhana. Jangan selalu lakukan apa yang orang lain katakan, dengarkanlah mereka, namun lakukan apa yang menurut Anda baik.
Jangan memaksakan diri untuk memiliki barang-barang bermerk, pakailah apa yang sekiranya nyaman bagi Anda. Jangan memboroskan uang Anda untuk hal-hal yang tidak diperlukan; gunakanlah uang untuk membantu mereka yang kekurangan.
Biar bagaimana pun orang lain tetap tidak dapat mengatur hidup Anda sendiri. Andalah yang mengendalikan hidup Anda sepenuhnya.
Sabtu, Oktober 04, 2008
Minal Aidzin Wal Faidzin
Dear All,Di hari yang penuh berkah ini, saya memohon keikhlasan Anda untuk memberikan maaf atas semua khilaf dan alfa saya baik yang terucap maupun tidak terucap, yang disengaja maupun tidak, yang "direncanakan" maupun spontan, saat kita berinteraksi di dalam maupun di luar kelas.
Semoga "gemblengan" ramadhan kemarin menjadikan kita untuk lebih baik lagi dalam berkarya. Amiin.
Minggu, September 28, 2008
CONGRATULATION FOR ALL OF YOU

Ada kegembiraan dan keharuan yang menyeruak di hati saya di saat akhir bulan ramadhan ini. Pertama-tama karena sebentar lagi kita akan merayakan idul fitri sekaligus berpisah dengan bulan ramadhan yang penuh berkah. Semoga kita masih diberikan kesempatan untuk mengalami ramadhan lagi tahun depan. Amiin. Kedua, tak terasa selama kurun waktu Mei - September 2008 saya telah membimbing karya akhir 17 mahasiswa program MM UMB jurusan MSDM dan Pemasaran, dan finally mereka lulus sidang karya akhir Agustus dan Pertengahan September lalu (Thanks GOD, he..he..)
Mereka yang sekarang "telah berbahagia" menikmati kelulusan adalah (berdasarkan urutan sidang):
1. Silvana Hersanti
2. Tri
3. Yulizar Firdaus
Mereka yang sekarang "telah berbahagia" menikmati kelulusan adalah (berdasarkan urutan sidang):
1. Silvana Hersanti
2. Tri
3. Yulizar Firdaus
4. Wiwik
5. Setiowati
6. Imas
7. Oemi Ardinah
8. Silvy Malaiholo
9. Wicak "Pak Kanjeng"
10. Agus Supriyadi
10. Agus Supriyadi
11. dr. Eddy Sulistijanto
12. Alfian Darmawan
13. Novan
14. Edita Erni
15. Heru Parulian
16. "Abah" Rastim
17. Baginda (raja di raja)
Sungguh, saya bisa merasakan kebahagiaan yang Anda rasakan. Setelah serangkaian bimbingan yang kita lalui di sela-sela kepadatan aktivitas masing-masing, (For sure, you won't forget Dunkin Donut Arion Mall!) serta ditengah-tengah tumpukan pekerjaan kantor dan sebagian diantara Anda ada yang "terpaksa" bersitegang dengan Bos dan sedikit cuek dengan kerjaan kantor (hiiks), disebelin sama Istri /Suami serta anak-anak karena menjadi kurang perhatian, menembus hujan dan kemacetan luar biasa Jakarta, memaksakan diri pulang pergi puncak-jakarta, akhirnya .... tanggungjawab tersebut selesai juga. YEAAAAAHHHHH, YOU DID IT!!!
SELAMAT JALAN KAWAN..., Perjuangan yang sesungguhnya akan segera dimulai. Bagaimana Anda bisa "beradaptasi" dengan tuntutan pekerjaan dan memenuhi kebutuhan PASAR is the ultimate test for you. Dan saya yakin Anda dapat melaluinya karena kita sudah belajar If there is a will, there is a way.
Pesan saya jangan lupa dengan ILMU KUDU. Kalau sudah ada kemauan, pasti KUDU jadi... dan berdoa, Allahumma ... Paksakan!! (Ini mantra MESTAKUNG, he..he..).
I WISH YOU ALL THE BEST.
Cheers.
NEVER SAY OLD TO STUDY AGAIN
Tgl 20 September lalu saya memberikan kuliah matrikulasi untuk mahasiswa semester I program MM UMB di Kampus Menteng. Materi kuliah adalah tentang Fundamentals of Management, yang memberikan overview tentang definsi, peran dan fungsi manajemen dalam mendorong kinerja organisasi serta contoh-contoh aktual di organisasi Indonesia yang telah menerapkan fungsi-fungsi manajemen sehingga dapat melakukan perubahan radikal yang mendorong kinerja organisasinya menjadi OUTSTANDING.Di luar materi kuliah yang saya berikan, saya surprise dengan rekan-rekan mahasiswa dan mahasiswi baru, yang meskipun terlihat masih “JAIM”, ternyata bervariasi dari segi usia. Hal ini tentu saja positif karena bagaimanapun juga saya bisa menangkap wajah-wajah yang antusias dalam mengarungi perkuliahan meskipun di usia yang tidak lagi muda. Semangat “menyingsingkan” lengan baju untuk back to campus tentu saja perlu diapresiasi karena sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, “Utlubul ilma minal mahdi ‘ilal lahdi”, tuntutlah ilmu dari semenjak ayunan (kecil) sampai (saat menjelang) liangkubur.
Lagi pula, bagaimana sesungguhnya kita memaknai kata TUA?. Kata Tua selalu diasosiasikan dengan sesuatu yang old fashion, JADUL dan ketinggalan zaman. Dalam dunia yang terus berkembang dengan pesat ini, TUA dapat terjadi manakala kita terjebak dengan konsep dan paradigma lama dalam memahami kondisi dunia saat ini. Mengacu pada analogi kamera, Anda dikatakan TUA jika memotret realitas kehidupan saat ini dengan kamera keluaran tahun 1980-an. Tentu saja kamera tersebut masih bisa menghasilkan photo, akan tetapi photo yang dihasilkan akan kehilangan detil yang bisa jadi akan mengurangi nilai photo tersebut karena kameranya memang tidak didisain untuk menangkap setiap nuansa dan fenomena kekinian. Jadi kita dikatakan OLD FASHION ketika kita memaknai realitas yang ada dengan cara pandang/paradigma/konsep-konsep lama yang dulu kita pelajari di bangku kuliah S1.
Dunia telah berubah dengan pesat. Teknologi baru telah banyak ditemukan dan hal tersebut telah merubah cara kita bekerja serta berinteraksi. Dibutuhkan paradigma baru dalam memahami realiatas kehidupan yang ada sekarang. Bagaimana Anda melihat benang merah antara Krisis Financial di Wall Street, gejolak minyak mentah dunia dan tekanan yang semakin kuat di tempat kerja akan sangat dipengaruhi oleh cara pandang baru yang Anda miliki sehingga Anda mampu merangkai puzzle fenomena-fenomena kehidupan yang ada dan mengambil keputusan yang tepat untuk masa depan karir dan kehidupan Anda.
So, my friends,.... NEVER SAY OLD TO STUDY AGAIN!, instead be afraid for not being able to learn something new. Sebagaimana yang dikatakan oleh Alvin Toffler seorang futurolog, Illeterate (Buta Huruf) di abad milenium ini bukan lagi semata-mata ketidakmampuan membaca, menulis dan berhitung akan tetapi adalah ketidakmampuan untuk belajar sesuatu yang baru (Learn), membongkar paradigma lama (Un-learn) dan menggantinya dengan paradigma baru (Re-learn). Have nice studying.... :-)
SEMESTER BARU 2008

Dear Students,
Semester ini saya mengajar dua mata kuliah yaitu Entrepreneurship (untuk mhs semester II) dan Manajemen SDM (untuk mhs semester I). Untuk kuliah pertama entrepreneurship sudah kita jalani tgl 20 sept, 2008. Dan tugas pertamanya adalah membaca buku The Millionaire Next Door yang akan kita diskusikan dalam pertemuan kedua nanti (11 Sept 2008).
Sedangkan untuk kelas MSDM, pertemuan pertama kita nanti akan saya isi dengan overview tentang fungsi dan peran MSDM dalam organisasi serta pembagian kelompok untuk administrasi tugas-tugas kuliah.
Semester ini saya mengajar dua mata kuliah yaitu Entrepreneurship (untuk mhs semester II) dan Manajemen SDM (untuk mhs semester I). Untuk kuliah pertama entrepreneurship sudah kita jalani tgl 20 sept, 2008. Dan tugas pertamanya adalah membaca buku The Millionaire Next Door yang akan kita diskusikan dalam pertemuan kedua nanti (11 Sept 2008).
Sedangkan untuk kelas MSDM, pertemuan pertama kita nanti akan saya isi dengan overview tentang fungsi dan peran MSDM dalam organisasi serta pembagian kelompok untuk administrasi tugas-tugas kuliah.
See You Soon...
Sabtu, September 27, 2008
WELCOME
Dear Students,Welcome to myblog!. It was my pleasure to meet you all...
This blog is a communication tool between you and me to discuss about the class materials as well as our class progress.
I'll share you also additional resources regarding our topics in order to expand your horizon in the class discussion.
Please be proactive... 'cos the silent is not always golden :-).
Kind regards,
Dr. Ade Ahmad Rozi, MBA
Dr. Ade Ahmad Rozi, MBA
Langgan:
Entri (Atom)
