Minggu, September 28, 2008

NEVER SAY OLD TO STUDY AGAIN

Tgl 20 September lalu saya memberikan kuliah matrikulasi untuk mahasiswa semester I program MM UMB di Kampus Menteng. Materi kuliah adalah tentang Fundamentals of Management, yang memberikan overview tentang definsi, peran dan fungsi manajemen dalam mendorong kinerja organisasi serta contoh-contoh aktual di organisasi Indonesia yang telah menerapkan fungsi-fungsi manajemen sehingga dapat melakukan perubahan radikal yang mendorong kinerja organisasinya menjadi OUTSTANDING.

Di luar materi kuliah yang saya berikan, saya surprise dengan rekan-rekan mahasiswa dan mahasiswi baru, yang meskipun terlihat masih “JAIM”, ternyata bervariasi dari segi usia. Hal ini tentu saja positif karena bagaimanapun juga saya bisa menangkap wajah-wajah yang antusias dalam mengarungi perkuliahan meskipun di usia yang tidak lagi muda. Semangat “menyingsingkan” lengan baju untuk back to campus tentu saja perlu diapresiasi karena sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, “Utlubul ilma minal mahdi ‘ilal lahdi”, tuntutlah ilmu dari semenjak ayunan (kecil) sampai (saat menjelang) liangkubur.

Lagi pula, bagaimana sesungguhnya kita memaknai kata TUA?. Kata Tua selalu diasosiasikan dengan sesuatu yang old fashion, JADUL dan ketinggalan zaman. Dalam dunia yang terus berkembang dengan pesat ini, TUA dapat terjadi manakala kita terjebak dengan konsep dan paradigma lama dalam memahami kondisi dunia saat ini. Mengacu pada analogi kamera, Anda dikatakan TUA jika memotret realitas kehidupan saat ini dengan kamera keluaran tahun 1980-an. Tentu saja kamera tersebut masih bisa menghasilkan photo, akan tetapi photo yang dihasilkan akan kehilangan detil yang bisa jadi akan mengurangi nilai photo tersebut karena kameranya memang tidak didisain untuk menangkap setiap nuansa dan fenomena kekinian. Jadi kita dikatakan OLD FASHION ketika kita memaknai realitas yang ada dengan cara pandang/paradigma/konsep-konsep lama yang dulu kita pelajari di bangku kuliah S1.

Dunia telah berubah dengan pesat. Teknologi baru telah banyak ditemukan dan hal tersebut telah merubah cara kita bekerja serta berinteraksi. Dibutuhkan paradigma baru dalam memahami realiatas kehidupan yang ada sekarang. Bagaimana Anda melihat benang merah antara Krisis Financial di Wall Street, gejolak minyak mentah dunia dan tekanan yang semakin kuat di tempat kerja akan sangat dipengaruhi oleh cara pandang baru yang Anda miliki sehingga Anda mampu merangkai puzzle fenomena-fenomena kehidupan yang ada dan mengambil keputusan yang tepat untuk masa depan karir dan kehidupan Anda.

So, my friends,.... NEVER SAY OLD TO STUDY AGAIN!, instead be afraid for not being able to learn something new. Sebagaimana yang dikatakan oleh Alvin Toffler seorang futurolog, Illeterate (Buta Huruf) di abad milenium ini bukan lagi semata-mata ketidakmampuan membaca, menulis dan berhitung akan tetapi adalah ketidakmampuan untuk belajar sesuatu yang baru (Learn), membongkar paradigma lama (Un-learn) dan menggantinya dengan paradigma baru (Re-learn). Have nice studying.... :-)

1 komentar:

Anonim mengatakan...

"... NEVER SAY OLD TO STUDY AGAIN..?"
Sebagai mahasiswa tua, saya merasakan stamina belajar saya jauh menurun dibandingkan waktu saya kuliah S1 sekitar 20 tahun lalu. Sering saya sesali mengapa tidak memutuskan masuk kuliah waktu usia masih muda. (tapi waktu muda saya belum punya cukup uang untuk bayar kuliah).
Saya bukan mahasiswa Pak Ade, tetapi saya berharap tulisan Bapak dapat membuat semangat belajar saya yang sedang "bearish" jadi "bulish" lagi. Salam