Melengkapi jawaban yang saya berikan atas pertanyaan di kelas Entrepreneurship, "Apa dampak Krisis Finansial terhadap Entrepreneur?" (Ahmad Nasikin), berikut adalah berita up-to-date dari kompas.com. Sebagaimana yang telah diperkirakan bahwa krisis di sektor moneter akan berimbas ke sektor riil. Entrepreneurs dituntut untuk berpikir sekreatif mungkin untuk bagaimana menyiasati kondisi ekonomi global yang tengah terpuruk ini. Pilihan pahit yang mungkin muncul adalah PHK. So please, Expect for the best and prepare for the worst.Pengusaha: Akibat Krisis, Siap-siap PHK
Rabu, 22 Oktober 2008 15:12 WIB
JAKARTA, SELASA — Kalangan pengusaha meminta maaf kepada karyawan kalau terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) menyusul berkurangnya produksi akibat volume permintaan barang, terutama ekspor, yang terus menyusut. Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Erwin Aksa mengatakan, perusahaan pasti melakukan PHK, tetapi pemerintah diminta bekerja sama untuk meminimalkan PHK. "Pasti ada PHK karena volume market turun. Pabrik akan menurunkan produksi dan otomatis akan ada pengurangan karyawan," kata Erwin, Rabu (22/10).
Dia mengatakan, persoalannya sekarang semua orang berhenti melakukan expand secara serentak dan ini lebih pada dampak psychology karena ada ke kekawatiran krisis finansial global akan berlangsung cukup lama. "Dalam kondisi sekarang perusahaan akan menunda ekspansi dan tentu saja karyawan diharap melakukan efektifitas kerja," tutur dia.
Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia Bambang Soesatyo berharap semua pihak tidak inginkan PHK akan tetapi kondisi memaksa dalam negeri mengharuskan pengusaha mengambil kebijakan tersebut. "Permintaan di pasar dalam negeri melemah dan volume ekspor anjlok akibat resesi dan ketidakpastian global di zone euro dan AS, kemungkinan terjadinya PHK sangat terbuka," tutur Bambang hari ini.
Dia mengatakan, turunnya permintaan dan volume ekspor akan memaksa produsen melakukan penyesuaian biaya-biaya, termasuk penurunan kapasitas produksi. "Penurunan kapasitas produksi lazim diikuti restrukturisasi. Tahapan restrukturisasi biasanya mengkaji kebutuhan pekerja. Di sinilah berkembang wacana PHK," ujar dia.

2 komentar:
Selamat siang, Pak Rozi.
How are you?
Dalam perkulihan Enterpreuner kemarin, Pak Riri membahas bahwa sekarang kita berada pada "Creative Economy" dimana industri-industri kreatif berkembang begitu pesat. Dikarenakan semua manusia adalah kreatif, maka semua manusia punya peluang yang sama. Setelah kita menemukan peluang/ kreatifitas yang bisa dijual, pertanyaannya bagaimana kita memulai menjual kreatifitas kita dimana kita juga mempunyai halangan/ketidakmampuan(no bodies perfect, as you said).
Misal: Kita memiliki idea dan berhasil memujudkannya dan menjadi pertama di negeri ini misal, cuman dikarenakan kita adalah seorang karyawan sehingga kita tidak ada waktu u/ menjual atau kita tidak memiliki bakat marketing, maka kira-kira mana menurut pak Rozi yang memiliki posibilitas tertinggi:
1. Keluar dari PT dan menjualnya ke calon pelanggan (high risk)
2. Meminta bantuan teman yang pakar marketing dengan bagi hasil 50-50 (low gain)
3. e-Commerce (not agressive, slow growing)
thanks atas jawabannya.
www.soesanto.info
Mas Santo,
Banyak entrepreneur awal yang berpikir kalau punya produk (barang atau ide) yang bagus, mereka dengan serta merta akan langsung bisa berbisnis. Ini sesuatu yang kurang tepat dan bisa misleading. Selain itu, Anda juga harus punya strategi yang tepat untuk keluar dari perusahaan.
Ingatkan saya untuk membahasnya minggu depan ya..
Poskan Komentar