Saat sesi kuliah entrepreneurship sabtu lalu (18/10/08), saya mendapatkan pertanyaan dari salah seorang mahasiswa (Hendro) tentang bagaimana kiat menumbuhkan antusiasme membaca. Pertanyaan yang menurut saya mutlak juga disimak jawabannya oleh rekan-rekan mahasiswa MM lainnya.Sebagai mahluk yang memiliki motivasi (alasan untuk bertindak), dalam melakukan sesuatu kita akan berpikir apa untung ruginya bagi kita. Mengapa kita kuliah MM lagi? Secara garis besar alasannya bisa dikelompokkan ke dalam dua hal. Pertama, guna “mengejar” sesuatu (apakah itu gelar, jabatan dan juga gaji yang lebih tinggi serta mungkin saja menambah gengsi di mata calon mertua, he..he..) atau kedua, guna “menghindari” sesuatu, menghindari ketertinggalan pengetahuan, takut di PHK, atau menghindar dari segala kesulitan karena kompetensi yang ada pada diri Anda sudah tidak up-to-date lagi.
Lantas apa hubungannya dengan membaca? Dalam proses untuk menyandang gelar MM, Anda tentu akan dijejali tugas untuk membaca berbagai buku literatur supaya dalam diskusi kelas tidak menjadi D4 (Datang, Duduk, Diam dan .... Dapat nilai). Banyak rekan-rekan mahasiwa/i yang karena kesibukan pekerjaan di kantor dan di rumah, “tidak sempat” dan "malas" untuk membuka buku kuliah. Walah bisa cilaka tiga belas ni.....
Pada prinsipnya “proses” untuk mengejar gelar MM adalah sama pentingnya dibandingkan hasil akhir kelulusan Anda. Jadi saat Anda sudah committed untuk menyelesaikan kuliah MM, proses untuk membangun kebiasaan membaca merupakan KEHARUSAN yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Karena kalau tidak, Anda akan kehilangan makna gelar MM tersebut. Jadi makna sesungguhnya kita belajar lagi adalah untuk "membentuk kebiasaan baru" yang nantinya akan bermanfaat untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan di tempat kerja. Dan "kail" yang diberikan di program MM adalah kemampuan untuk melakukan riset melalui kegiatan MEMBACA.
Lantas, bagaimana agar membaca menjadi kegiatan yang menyenangkan? Berikut Tiga TIPS singkat untuk membangun kebiasaan membaca secara efektif:
1. Belajarlah untuk menyenangi mata kuliah dan dosennya (ha..ha.., apa boleh buat!). Karena kalau Anda sudah “merasa” antipati dengan mata kuliah dan dosennya, Anda secara tidak sadar sudah membentuk “mental block” yang akan menghambat proses membaca. Anda menjadi malas-malasan, sebel dan pada gilirannya kegiatan membaca menjadi tidak produktif. Coba tengok pengalaman Anda waktu SD, SMP dan SMA, saya yakin Anda mendapatkan nilai-nilai bagus di kelas yang guru dan pelajarannya Anda senangi.
2. Aktiflah selama membaca dengan menggunakan berbagai alat bantu. Bisa stabilo, ballpen, buku catatan dan alat bantu gambar. Jangan biarkan halaman yang Anda baca terlewati tanpa memberi “tanda” (jangan lakukan kalau itu buku pinjaman!). Buku yang penuh coretan dan komentar menandakan bahwa Anda “berdialog” dengan si penulis. Kalau Anda suka menggambar, coba gunakan metode Mind Mapping untuk menggambarkan ide si penulis. Anda pasti akan jauh lebih banyak mengingat isi bacaan.
3. Gunakan Teknik SQ3R. Teknik membaca ini ditemukan oleh Francis P. Robinson tahun 1941. SQ3R merupakan proses membaca yang terdiri dari lima langkah: Survey, Question, Read, Recite and Recall.
a. Lakukan survei sebelum membaca guna menetapkan apa tujuan membaca, di mana bisa menemukan apa yang dicari, apakah bahan bacaannya valid atau tidak? Lihat daftar isi, grafik, tabel, indeks dan juga profil penulis guna menetapkan apakah yang Anda cari akan ditemukan di bahan bacaan tersebut.
b. Tuliskan pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda cari jawabannya dalam buku/artikel/majalah yang akan Anda baca. Pakailah kiat 5W+1H. (What, Why, Who, Where, When dan How).
c. Langkah selanjutnya baru membaca. (Jadi membaca adalah langkah ketiga). Bacalah bagian per bagian sambil mencari jawaban dari pertanyaan yang Anda ajukan. Fokuskan pada ide pokok dan detail yang mendukung ide pokok. Perlambat dibagian yang penting dan penuh detail dan percepat dibagian yang kurang penting.
d. Setiap selesai membaca bagian penting, berhentilah sejenak. Lihat kembali pertanyaan yang Anda punya, apakah sudah terjawab? Atau ulangi lagi ide-ide penting dari bab tersebut (Recite).
e. Daya ingat manusia terbatas, sekalipun pada waktu membaca 85% kita menguasai isi bacaan, dalam tempo 8 jam kemudian kita hanya mampu mengingat 40% hal penting dan dalam tempo 2 minggu setelahnya, pemahaman kita tinggal 20% (wah berabe nih.... padahal kita akan ketemu 2 minggu lagi ya?). Oleh karena itu jangan lewatkan langkah kelima ini, Review. Setelah membaca semua, ulangi lagi membaca ide dan detail penting yang dirangkum dan yang menjawab pertanyaan Anda. After all, repetition is a main key of learning process.
Last but not the least...... Coba bayangkan laptop Anda, meskipun hardwarenya sama (katakan Lenovo versi terbaru) tapi pasti output-nya akan berbeda jika software yang dipake berbeda, yang satu memakai Windows 3.0 (versi JADUL) dan yang satu Windows Vista (Versi terbaru). Yang pakai Vista pasti lebih "adaptable' dengan berbagai aplikasi software terbaru lainnya. Begitupun dengan otak kita, jika tidak pernah diisi dengan "software" terbaru ilmu pengetahuan pasti tidak efektif lagi karena gagal untuk memecahkan permasalahan mutakhir yang kita hadapi di dunia kerja. Dan untuk "meng-install software baru" ke dalam otak kita, tiada lain tiada bukan, kita harus meluangkan waktu untuk M-E-M-B-A-C-A.
Wiseman says "I can judge someone by what they read". So, what books/newspapers did you read recently? Please spend at least 30 minutes of your time, every single day, ... TO READ.

3 komentar:
pak ade, saya salah satu mahasiswa bapak di kelas entrepreneurship. Membaca memang hal menyenangkan apalagi jika topiknya sesuai dengan kesenangan kita
Pak, nama saya hendri bukan hendro.
Terima kasih pak ade
thanks mas, beda -i- sama -o-, dampaknya besar ya, bisa tumpengan lagi... he..he..
Poskan Komentar